Click for Jakarta Observatory, Indonesia Forecast
Tampilkan postingan dengan label Hewan Peliharaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hewan Peliharaan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 08 Februari 2011

MUSANG, peliharaan pertama manusia?

MUSANG, peliharaan pertama manusia?

TORONTO - Sebuah penemuan terbaru oleh para antropolog Kanada menyatakan bahwa musang mungkin adalah sahabat manusia paling awal.

Edward Banning dari University of Toronto dan asistennya melaporkan penemuan dari apa yang mereka percayai sebagai kuburan tertua di kawasan Timur Tengah, yakni di sebuah situs di utara Jordania. Demikian seperti yang dikutip dari The Canadian Press, Jumat (4/2/2011).

Mereka mengatakan bahwa kuburan tersebut berisi manusia yang dikubur bersandingan dengan seekor musang merah, mengindikasikan bahwa binatang tersebut mungkin dipelihara oleh manusia, jauh sebelum anjing.

Banning menemukan kuburan berusia 16.500 tahun tersebut pada tahun 2000 ketika melakukan ekspedisi bersama dengan Lisa Maher, seorang asisten profesor antropologi di institut U of T di University of Cambridge.

Banning mengatakan bahwa penggalian terbaru di situs tersebut menemukan 11 jenazah, yang mana kebanyakan dari mereka dikubur bersama dengan alat-alat yang terbuat dari batu, hewan, dan benda-benda lainnya.

Setidaknya ada dua makam yang berisi kerangka dari musang merah, membuat para peneliti mengambil kesimpulan kalau musang bisa saja dipelihara layaknya anjing di masa lalu.

"Yang kita temukan adalah sebuah kasus di mana musang mati dan dikubur bersama dengan pemiliknya," ujar Maher, yang menjadi pengarah dalam penggalian situs tersebut.

“Lalu, kuburan tersebut dibuka kembali dan jenazah manusia telah dipindahkan, bersama dengan jenazah musang tersebut,"

Studi telah menunjukkan bahwa musang bisa dikendalikan oleh manusia, tapi kebiasaan alamiah mereka yang membuat mereka tidak mudah untuk dijinakkan, berbeda dengan anjing yang notabene lebih mudah.

Penelitian sebelumnya menemukan kuburan yang berusia 15 ribu sampai 12 ribu tahun. Beberapa dari kuburan tersebut berisi manusia yang dikubur bersama dengan anjing.

Untuk beberapa kasus di kuburan tersebut, seorang wanita dikubur bersama dengan hewan peliharaannya. Lalu ada juga kuburan yang berisi tiga manusia, dua anjing dan beberapa kura-kura.


Kamis, 06 Januari 2011

Kucing Jawa dan Kucing Bali

Misteri Kucing Jawa dan Kucing Bali

ANDA mungkin sudah pernah mendengar sebutan anjing kintamani. Di dunia anjing memang dikenal ada anjing kintamani yang merupakan ras anjing asli asal Kintamani (Bali) dan sudah diakui secara internasional. Namun, bisa jadi tak banyak yang mengenal kucing bali dan kucing jawa. Padahal, di dunia kucing ada juga ras kucing yang dinamai kucing bali dan kucing jawa. Ternyata, keduanya juga merupakan ras berkelas internasional. Bedanya dengan anjing kintamani, kucing bali dan kucing jawa tidak ada sangkut pautnya dengan asal-usulnya di Indonesia, dan hanya sedikit yang ada di Indonesia.

DALAM The Encyclopedia of Cats karangan Michael Pollard (Parragon Books, Inggris, 2002), ras kucing bali (balinese) dan kucing jawa (javanese) itu disejajarkan dengan berbagai ras kucing kelas dunia seperti kucing angora dari Turki, persia, atau kucing siam (sekarang Thailand).

Kucing Bali (Balinese Cat)
Sekilas, tampilan luar kucing bali ini mirip dengan kucing siam, kecuali bulunya yang panjang. Untuk memudahkan identifikasi, secara ringkas kucing bali adalah kucing siam yang berbulu panjang. Bulu yang panjang ini merupakan gen resesif dari ras kucing siam.  


SEJARAH ras kucing bali ini sudah dimulai sejak tahun 1940-an. Kucing bali dihasilkan oleh mutasi spontan kucing-kucing siam peternakan kucing siam di Amerika Serikat.

Karena perkembangannya yang pesat di pusat-pusat peternakan kucing siam, pada pertengahan tahun 1950-an para peternak kucing siam di Amerika Serikat mulai membiakkan kucing siam hasil mutasi ini sebagai ras yang terpisah dengan kucing siam.

Salah satu kunci penting untuk mendapatkan ras baru suatu hewan adalah jika perkawinan yang dilakukan sesama ras mereka secara berulang-ulang-tetapi bukan perkawinan sedarah-menghasilkan anak-anak dengan tipe yang sama dengan induk mereka.

Program pembiakan ras kucing bali ini tercatat pertama kali dilakukan di California (AS) tahun 1955. Caranya adalah dengan mengawinkan seekor pejantan kucing siam berbulu panjang dengan ujung- ujung tubuh (hidung, telinga, kaki, ekor) berwarna coklat gelap (lilac) dengan seekor kucing siam bulu panjang betina dengan ujung-ujung tubuh berwarna biru. Perkawinan itu menghasilkan anak-anak kucing berbulu panjang dengan ujung-ujung tubuh berwarna biru.

SECARA terpisah, peternak di New York juga membuat program pembiakan serupa. Hanya saja, peternak di New York ini, yaitu Helen Smith, menamai ras baru itu sebagai kucing bali.

Mengapa Bali? Rupanya gerakan-gerakan yang anggun dan cantik dari kucing ras baru itu mengingatkan Helen Smith pada gerakan-gerakan penari Bali di Indonesia.

Perangai kucing bali ini ternyata juga berbeda dengan kucing siam. Mereka lebih tenang tetapi lebih suka bermain dan berakrobat. Kucing ini suka menarik perhatian pemiliknya. Mereka juga tidak terlalu tergantung pada pemilik seperti kucing siam, tetapi sama- sama tidak suka ditinggal sendirian.

Ras kucing bali memulai debutnya dalam pertunjukan kucing di New York tahun 1961 sebagai kucing siam berbulu panjang.

Dalam perkembangannya, antara tahun 1963-1970, kucing siam berbulu panjang diterima di kebanyakan organisasi penggemar kucing di AS sebagai kucing bali.

Ras kucing baru ini selanjutnya diperkenalkan ke Inggris tahun 1974 dan diterima sebagai ras tersendiri tahun 1980-an, walaupun karakteristik warna kucing bali di Inggris dan AS berbeda. Kucing bali juga sudah dimiliki oleh sejumlah penggemar kucing ras di Indonesia.

Kucing Jawa (Javanese Cat) 
SAMA seperti kucing bali, kucing jawa juga tidak punya kaitan geografis dengan orang Jawa atau Pulau Jawa. Nama itu diberikan untuk membedakan warna kucing bali yang oleh Asosiasi Penggemar Kucing AS tidak sesuai dengan warna yang telah disepakati sebagai warna standar ras kucing bali.

Warna-warna yang dimaksud adalah empat variasi warna yaitu coklat gelap (seal), biru gelap (lilac), coklat dan warna biru pada ujung-ujung badan (kaki, ekor, telinga, hidung). Warna bulu kucing jawa di AS misalnya adalah coklat kekuning-kuningan yang bercahaya (cinnamon).

Warna kucing bali yang menjadi standar di Inggris lebih bervariasi. Di Inggris, tidak dikenal pembedaan ras berdasarkan warna tersebut. Namun, ada juga asosiasi penggemar kucing di Inggris atau Eropa yang menyebut ras kucing jawa untuk kucing oriental berbulu panjang.

Perangai kucing jawa juga sama dengan kucing bali, termasuk bentuk tubuh dan ketidaksukaannya untuk ditinggal sendirian di rumah.

Sayang, tidak dijelaskan dalam The Encyclopedia of Cats itu mengapa orang Amerika memilih nama kucing jawa untuk kucing bali yang berbeda warna itu dan bukannya nama-nama lain misalnya kucing batak atau kucing padang.

Tidak jelas juga apakah penamaannya karena gerakan kucing jawa yang lambat seperti gerakan penari Serimpi, sehingga menjadi sumber inspirasi nama jawa. Kesimpulannya, asal-usul penamaan kucing jawa memang masih misterius.

Sekretaris Asosiasi Kucing Indonesia (ICA) Rusy Erwin juga mengaku tidak tahu pasti mengapa kucing tersebut dinamakan kucing jawa.

"Mungkin karena lokasi Pulau Jawa berdekatan dengan Pulau Bali, maka nama itu dianggap tepat," ujar Rusy. (BUR/KCM/08/04/2003)

Jumat, 31 Desember 2010

Sugar Glider

Sugar Glider
Mata besar, dada putih dan lembaran kulit antara kaki dan tangannya, lembaran yang membantu melayang di udara dan stabil pada waktu lompat dari tempat yang tinggi
Nama Latin: Petaurus Breviceps
Asal lokasi : Indonesia, Australia, Papua.
Badan:12.7cm Ekor: 15cm
Berat: Jantan140g Betina120g
Umur Dewasa: Jantan 2 tahun; Betina 7-15 bulan
karena umur 1 tahunpun sudah dewasa kelamin..tetap jangan dikimpoi dulu
Jumlah anak: 1-2, bisa 3 ekor meskipun jarang
Masa Hamil: 14-16 hari
Musim kimpoi: tidak ada musim tertentu
Makanan: Elm Sap, Pollen, Madu, Serangga



Apakah Sugar glider itu?
Nama ilmiah Sugar glider adalah Petaurus Breviceps, yang merupakan jenis tupai pohon kecil dan berkantung. Mereka terutama berasal dari negara-negara, termasuk Australia, Indonesia, Papua New Nugini, dan Tasmania. Sugar glider dikenal dengan nama ini karena mereka menyukai makanan manis dan, juga suka meluncur dari ketinggian sehingga terlihat terbang melayang. 

Sugar glider ini juga dikenal sebagai 'hewan peliharaan dalam saku,' karena dua alasan berikut. Pertama, mereka dalam ukuran kecil dan, kedua, mereka dapat dibawa dalam saku atau kantung. Itu sebabnya banyak pemilik Sugar Glider menjaga hewan menawan ini menarik lainnya di Sugar glider adalah bahwa mereka memiliki jari-jari kaki besar pada kaki belakang mereka, yang membantu mereka dalam membuat pegangan yang lebih kuat pada cabang pohon. 

Penelitian menunjukkan bahwa Sugar glider sangat menyenangkan, sosial dan mereka suka dengan orang-orang di sekitar. Ini adalah alasan hewan peliharaan ini rukun dengan pemilik mereka dan keluarga mereka. Jika Anda masih lajang atau tidak menghabiskan banyak waktu di rumah, ide terbaik adalah menjaga hewan peliharaan Sugar Glider secara khusus sehingga sugar glider dan peliharaan anda dapat hidup dengan baik.. 

Sugar glider tidak seperti hewan peliharaan lain yang dapat dipelihara di mana saja di rumah. Mereka perlu area khusus dan daerah luas untuk hidup. Jadi, jika Anda sedang merencanakan sebuah kandang buatlah yang nyaman dan luas kandang untuk hewan peliharaan khusus Anda. didalam saku mereka dan membawa mereka kemana saja pergi.

Makhluk lucu ini adalah marsupial, yang masih muda yang lahir belum matang. Bayi belum dewasa ini berkembang dalam pelukan ibu mereka sampai mampu bertahan hidup sendiri. Peliharaan saku ini memiliki ukuran panjang sekitar 5-6 inci dan berat sekitar 4-6 ons.

Apa yang membuat sugar glider special ?
Sugar glider ditutupi dengan bulu atau membran antara pergelangan tangan dan kaki mereka, yang dikenal sebagai Patagium..
Ketika mereka membentangkan tangan dan kaki mereka, yang tampak seperti patagium parasut atau sayap yang memungkinkan mereka untuk melayang di udara.




Makanan untuk Sugar Guilder
Makanan bayi (bubur susu), madu, yogurt, sayuran / buah-buahan seperti apel pepaya, pisang, anggur, melon,  pear, dll  boleh telur rebus, keju, dog/cat food khusus untuk pelet cat food, pilih yg high protein..minimal 30% keatas pilih yg bahan dasar ayam & magnesiumnya rendah jangan lebih dari 0,01% sebab merusak ginjal. Kalau pelet kitten food sebaiknya diberi minum yang banyak SG butuh makanan yg high protein, high kalsium, low phospor, low fat, etc

Karena SG itu termasuk pemilih dalam hal makanan (un-balanced diet), harap bersabar dalam menyusun menu...sebab bisa saja hari ini dia doyan apel..tapi belum tentu besok dia doyan, juga berbeda setiap binatangnya

Hindari buah yang berasal dari jenis jeruk, alpukat, dan bangsa bawang2an karena bisa membahayak kesehatan sugar glider. Selain itu bisa juga diberikan umbi2an seperti bengkoang, wortel rebus, ubi rebus. Sugar glider setiap hari membutuhkan protein dalam jumlah yang cukup besar (mencapai 40%). Oleh karena itu jika memberikan buah2an bisa diberi tambahan berupa serangga (jangkrik, belalang) dan ulat untuk memenuhi kebutuhan proteinnya. Jenis makanan yang diberikan sebaiknya bervariasi. Misalnya di lakukan rotasi setiap 3 hari, yaitu buah2 dengan serangga, sayur (wortel rebus) dengan ulat, dan jangkrik. Jenis2 ini selalu diberikan secara bergilir untuk memenuhi kebutuhannya. Jika mendapatkan diet yang benar sugar glider akan hidup dengan sehat.

Sugar glider juga membutuhkan minuman. Air bersih harus disediakan sepanjang hari, (disarankan air mineral/yang telah melalui proses penyulingan) atau juice buah, dan bisa diletakkan di dalam tempat minum untuk hamster (disarankan juga yang ada bola nya agar air tidak mengotori kandang)atau bisa diletakkan dalam wadah kecil yang berat sehingga tidak mudah tumpah pada saat sugar glider bermain2. 

Pee dan pupnya tidaklah berbau, selama kita memberikan makanan yang cocok utk mereka, apabila kita memberikan makanan dan minuman yang mengandung banyak protein (seperti ulat dan jangkrik walau ini adalah makanan kesukaaan mereka) pee dan pup nya cenderung akan lebih ber 'aroma'.

Sugar glider adalah mamalia marsupial, seperti kangguru. Mamalia marsupial hanya menghabiskan waktu yang singkat perkembangan di dalam perut ibunya dan sangat kecil pada saat lahir. Setelah lahir, bayi marsupial akan merangkak ke kantong ibunya dan pemberian makanan lewat susu ibunya dan terus tumbuh dan berkembang.

Hidup rata-rata dari Sugar Glider adalah sekitar 12 sampai 15 tahun. Mereka dikenal dengan perilaku ramah. Mereka hewan peliharaan yang aktif suka melompat, berpegangan dan meluncur. Sugar glider membutuhkan perawatan khusus dan perhatian. Mereka tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa pengawasan, dan pemilik harus memberikan perawatan yang cukup dan konstan berupa cinta dan perhatian pada hewan peliharaan ini agar tetap sehat dan ramah. Terakhir, Sugar glider adalah hewan peliharaan yang indah asalakan terjaga dan dirawat. 

Mereka menjadi sahabat yang baik dan cenderung memiliki kedekatan yang kuat dengan pemilik hanya dalam rentang waktu singkat. Banyak Orang mengatakan bahwa mereka adalah benar benar menyenangkan untuk ditonton dan diajak bermain.




Jenis Sugar Glider                                                                           
Setahu saya sugar glider tidak memiliki jenis yang berbeda,  (koreksi jika saya salah). yang membedakan hanya warna tubuh nya di Indonesia sendiri umum dikenal 2 jenis warna yaitu mocca dan abu-abu. dan berikut beberapa gambar warna lain.:

Mosaic:

















White Face:




















Cinnamon:


Butter Cream:
  

Classic Grey:
  


White Tip:



Leucistic:



Albino:




Tips Sebelum Membeli Sugar Glider
Sebelum melakukan pembelian Sugar Glider, selalu melakukan riset pada persyaratan gizi. Sebagai contoh, ada beberapa Sugar glider yang memerlukan makanan tambahan kalsium untuk menjaga kesehatan optimal. Selain itu, ingatlah bahwa Sugar glider merupakan hewan malam hari, yang berarti mereka tetap aktif terutama di malam hari. Sugar glider sendiri tidak membuat tingkat kebisingan terlalu tinggi jika dibandingkan dengan hewan peliharaan lain rumah tangga tradisional, walaupun mereka mampu membuat beberapa suara, termasuk suara menggonggong (mirip dengan Chihuahua), dan suara berceloteh (disebut kepiting) yang mirip ke belalang. Dalam banyak kasus hanya kali Glider akan membuat suara-suara tersebut pada saat saat tertentu seperti sakit, dianiaya, atau tertekan.

Untuk pemula lebih baik beli dari breeder. Karena lebih mudah dijinakkan dan lebih cepat untuk bonding. Bila anda punya jiwa petualang. boleh2 coba menjinakkan SG liar. 
SG termasuk binatang nocturnal.artinya aktif dimalam hari, jadi kalau anda mau menjinakkan SG..disarankan mengajak main disiang hari..tapi ingat SG tidak bisa melihat langsung ke sinar matahari bisa terancam buta.

Agar sugar glider jinak, kita harus sering 'bermain' dengan mereka. proses ini disebut bonding yaitu proses pengenalan sugar glider kepada pemiliknya. proses bonding bisa bermacam-2, seperti sering mengajak sg bermain dengan kita, proses handfeed (memberikan makanan kepada sg langsung dengan tangan kita), meletakkan baju (kolor juga boleh) kedalam kandang (yang berguna agar sg mengenali bau tubuh kita).

Apabila SG merasa terganggu atau terancam, ia akan mengeluarkan bunyi seperti mendengung. Jangan dipaksa. disarankan untuk menghabiskan waktu minimum 2 jam/hari..dan siap2 tangan anda bocel2 atau gores2 sewaktu SG mencoba menjelajah anda.

Sebelum membeli sugar glider, harus dipertimbangkan akan membelinya berupa apa ? maksudnya adalah apakah akan membeli liar (wild captive/wc) atau yang sudah diternakkan (captive breed/cb). sugar glider wc dapat ditemui di pasar-2 burung atau di pet shop di kota anda ataupun juga di forum fjb kaskus. Perbedaan yang mendasar dari wc dan cb adalah jinak/liarnya serta kondisinya, karena didapat dari liar, maka sg wc cenderung akan susah untuk menjinakkannya dan kondisinya kadang tidak terurus karena sang penjual hanya mempertimbangkan keuntungan saja tanpa peduli kondisi mereka.




 Kandang
Tempat makan/minum, arena bermain atau memanjat, hiding box/gubuk derita, dibutuhkan kandang yang cukup tinggi dan luas, selain SG perlu aktivitas terbang/melompat, disarankan menyediakan media untuk menghaluskan kukunya..sediakan dahan pohon yang tidak mengandung toxic/racun bagi SG misalnya, batang pohon asam yang banyak dijual untuk tempat hinggap burung.alas kandang cukup ditaburi dengan serbuk kayu.

Prinsipnya, kandang yang digunakan semakin besar dan tinggi akan semakin bagus karena sugar glider sangat menyukai aktivitas memanjat dan melompat. Ukuran kandang bisa digunakan dengan ukuran jeruji yang cukup kecil (< 1,2cm) untuk mencegah sugar glider kabur dari kandang. kami disini menyarankan minimal kandang hamster 3 tingkat. Di dalam kandang sebaiknya diletakkan cabang/dahan2 pohon untuk sugar glider bisa memanjat dan bermain2. 

Sebaiknya hindari dahan yang diambil dari tanaman yang menghasilkan getah karena bisa membahayakan kesehatan dari hewan ini. Selain itu bisa diletakkan kotak sarang untuk sugar glider bisa bersembunyi, bahannya bisa dari apa saja , antara lain pot keramik yang dilubangi, kayu berlubang, pipa paralon,dll. Selain itu kandang bisa dilengkapi dengan mainan seperti wheel untuk hamster dan mainan2 lainnya untuk sugar glider bisa bermain2.

Kandang bisa diletakkan di dalam maupun di luar ruangan, hanya saja hindari penempatan kandang dalam ruang ber-ac. Jika diletakkan di dalam, kandang harus sering dibersihkan untuk menghindari bau yang tidak enak (biasanya dari teritorial marking jantan). Jika kandang yang digunakan tidak terlalu besar, biarkan sugar glider untuk bermain2 di luar kandang setiap hari selama beberapa menit (dalam hal ini sudah harus jinak dahulu) dan kalau bisa diletakkan di tempat yang cukup tiggi seperti di atas meja.

Minggu, 19 Desember 2010

Beberapa jenis Penyakit pada Kelinci dan Perawatannya

PENYAKIT KELINCI DAN PERAWATANNYA
Banyak dari sebagian teman-teman yang sering banget komentar, “kelinci itu lucu tapi terlalu gampang mati”
Dan komentar ini memang sebagian besar ada benarnya juga, jumlah kematian kelinci yang di sebabkan penyakit cukup tinggi, bisa berkisar 15% – 40%. Nah kematian yang paling tinggi terjadi dari masa kelahiran hingga penyapihan.
Faktor penyebab timbulnya penyakit bisa di sebabkan beberapa hal, misalnya : 1. Kelemahan dalam menjaga sanitasi kandang 2. pemberian pakan berkualitas jelek, 3. volume pakan kurang, 4. air minum kotor atau kurang, 5. kekurangan zat nutrisi (protein, vitamin, mineral), 6. tertular kelinci lain yang menderitasakit, 7. perubahan cuaca, 8. dll
Kelinci sakit menunjukkan gejala yang cukup mencolok. Antara lain lesu, nafsu makan hilang, mata sayu, dan suhu badan naik turun. Untuk kelinci yang sakit baiknya di masukkan ke kandang karantina, untuk di rawat sendiri.
Nah untuk posting kali ini abang rabbit mau membahas penyakit kelinci yang sering menyebabkan kematian :

Enteritis Kompleks
Penyakit ini menyerang alat pencernaan, dan menjadi penyebab kematian paling umum pada kelinci di peternakan. Korbannya anak-anak kelinci yang masih menyusu. Anak kelinci yang sembuh dari penyakit ini pertumbuhan selanjutanya kurang baik. Dikalangan peternak, penyakit ini di kenal dengan beberapa nama, antara lain kembung, mencret, dan bloat. Penyebabnya bisa karena udara lembap, basah, atau terkena angin malam secara langsung, dan cuaca jelek. Kembung juga bisa di sebabkan salah makanan, karena perbandingan serat kasar,protein, dan lemak tidak tepat. Gejala kembung, kelinci berdiri dengan posisi membungkuk, kaki depan agak maju. Daun telinga turun, mata suram memincing. Gigi berkerokot menahan sakit. Kelinci tampak haus, selalu mendekati air minum. Kaki depan di masukkan ke dalam tempat air minum.
Ketika buang kotoran, warnanya hijau gelap, bau, lendir menggantung pada dubur. Penyebabnya kandungan serat kasar pakan terlalu tinggi, lebih dari 22%. Pengobatannya dapat dilakukan dengan menyingkirkan hijauan dan air minum yang tersedia.Selama satu hari kelinci diberi pakan hay atau daun kacang kering, diobati dengan antibiotik yang di berikan pada makanan induk yang sedang menyusui atau ke dalam air minumnya. Setelah sembuh dapat diberi pakan seperti biasa. Secara umum enteritis kompleks terjadi karena kelinci salah makanan, jenis makanan yang di berikan tidak cocok atau sering berubah macamnya, terlalu banyak makan hijauan basah, cuaca jelek,kondisi kandang jelek, dan anak kelinci terlalu cepat disapih. Kelinci dewasa yang kurang serat kasar, atau anak kelinci yang terlalu banyak memeperoleh serat kasar juga mudah terserang enteritis kompleks.

Pasteurellosis
Penyakit ini sering menyerang kelinci dewasa, baik jantan maupun betina. Penyakit ini menyerang alat pencernaan. Penyebabnya kuman Pasteurella multocida. Serangan dimulai dari saluran pencernaan bagian atas. Infeksinya menjalar pada organ-organ lain, terutama uterus, testicles, dan kelenjar susu. Pencegahannya dapat dengan membuang kotoran yang lebih sering dengan dikombinasikan adanya ventilasi yang baik dapat mengurangi timbulnya penyakit karena pasteurellosis.

Young Doe Syndrome
Penyakit ini terjadi pada kelinci-kelinci betina pada kelompok kelahiran yang pertama dan kedua. Penyebabnya adalah septicemia akibat mastitis sehingga terjadi bengkak pada kelenjar susu. Kuman stapphylorus aureus memasuki kelenjar susu melaui luka pada kelenjar atau puting susu. Karena mastitis, suhu badan induk panas, nafsu makannya kurang. Puting susu bengkak dan keras, sehingga induk tak mau menyusui anaknya. Anaka-anak kelinci mati karena tak mendapatkan susu dari induknya. Induk sakit diisolasi. Penyakitnya dapat di sembuhkan kalau belum terlambat. Obatnya, suntikan dengan Penicilin, Dexatozoon, Sulmethonl, Sulfa Strong atau Oxylin. Selain itu, kandang dibersihkan, di semprot atau di cucui dengan Asepto. Anak-anak kelinci selama induknya sakit di pelihara di kandang lain, diberi Rabbit milk, atau lebih mudahnya bisa di berikan susu kambing etawa sebagai alternatif.

Kokkidiosis
Penyakit ini terutama menyerang kelinci yang di pelihara di atas lantai. Penyebabnya kuman parasit (protozoa) yang menyerang usut atau hati. Parasit yang menyerang hati banyak menimbulkan kematian pada anak kelinci. Hati yang terserang kokkidiosis terlihat bercak-bercak puktih kalau di bedah. Penularan penyakit lewat mulut. Bibit penyakit lewat mulut. Bibit penyakit tertelan lewat makanan, air minum, atau sesuatu yang mengandung penyakit yang dijilati kelinci.Pada musim hujan yang panjang dan kondisi peternakan kotor, serangan penyakit ini mudah sekali timbul. Gejala nya kokkidiosis antara lain nafsu makan turun, badan kurus, lesu, dan berat badan terus merosot. Gigi berkerot-kerot menahan sakit, beraknya mencret bercampur darah atau berlendir putih. Pengobatannya, kelinci sakit di obati dengan obat-obatan yang mengandung sulfa untuk menghambat diare. Misalnya, sulfa quinoxalin, Trisulfa, Sulfa Strong, dan Noxal. Dapat juga diobati dengan Stop Diare yang mengandung Tetracycline, atau Eludron yang berupa obat tetes. Sanitasi kandang dan lingkungan dilakukan ketat. Kandang harus bersih dan berventilasi baik. Udara dalam kandang pun segar karena sirkulasinya bagus. Membatasi kunjungan orang dipeternakan dan menjaga kualitas ransum agar bersih dan bermutu baik juga harus dilakukan.

Sembelit
penyakit ini menunjukkan gejala tak bisa berak. Kencing sedikit sekali. Kelakuan kelinci sangat gelisah. Penyebabnya, pemberian ransum kering kurang diimbangi dengan kebutuhan air minum yang cukup. Imbangan serat kasar dalam ransum kering dengan pakan hijauan kurang tepat. Kelinci kurang gerak karena kandang terlalu sempit. Pengobatannya dilakukan dengan memberi kelinci air minum sebanyak-banyaknya. Sediakan banyak hijauan, sayuran, atau buah-buahan. Selain itu, lepaskan kelinci di luar kandang agar mendapat udara segar dan bergerak sebanyak-banyaknya. Pakan yang seimbang antara ransum kering dan hijauan dapat mencegah terjadinya sembelit. Air minum dicukupi, tambahkan vitamin dan mineral untuk pelengkap gizinya. Kandang yang sudah sempit diganti dengan yang lebih lebar agar kelinci yang tinggal di dalamnya nyaman.

Pilek
gejalanya mudah hidung kelinci mengeluarkan lendir berwarna jernih atau keruh, selain itu juga sering bersin-bersin. Kaki depan selalu berusaha menggaruk hidung. Kaki dan bulu badannya ikut basah. Mata sembap, basah, berair. Penyebab penyakit susah dipastikan, mungkin bakteri atau virus. SIfat penyakit sangat menular, menyerang selaput lendir pada saluran hidung. Infeksi dapat menyebar ke tenggorok dan paru sehingga menimbulkan sesak napas. Langkah penanganannya, penderita harus di rawat. Hidung yang penuh ingus disemprot larutan antiseptik, kerak yang mengeras dibersihkan dengan air hangat. Obati kelinci dengan antibiotik seperti Penicilin atau Anticold. Penyakit pilek mudah timbul kalau lingkungan kandang lengas dan basah. Sirkulasi udara yang jelek cepat membantu penyebarannya. Penularan pilek dapat dicegah kalau sanitasi kandang baik, populasi kandang tidak padat, volume pakan cukup dan tinggi nilai gizinya, ternak banyak bergerak, dan cukup mendapat sinar matahari pagi setiap hari.

Pneumonia
alias radang paru menyerang alat pernapasan, yaitu paru-paru. Penyebabnya kuman Pasteurella Multocida. Gejalanya, kepala sering diangkat tinggi-tinggi karena susah bernapas. Mata dan telinga kebiru-biruan, kadang-kadang keluar cairan bernanah. Kotorannya encer. Penyakit ini biasanya menyerang kelinci yang kondisi badannya agak menurun, terutama induk menjelang melahirkan anak kedua atau ketiga kalinya. Penyebab awal,kelinci di kandang sering terkena aliran angin langsung., udara di dalam kandang lembap, dan pakan bergizi buruk.Penyakit radang paru sukar disembuhkan, kecuali kalau penderita memperoleh pengobatan ketika gejala sakit masih pada tahap permulaan. Obatnya Penicillin, Oxylin, atau Sulfa Strong yang diberikan lewat suntikan.

Kudis
penyakit ini menimbulkan gatal-gatal. Bagian tubuh yang terserang mula-mula kepala, lalu menjalar ke mata, hidung, kaki, dan kemudian seluruh tubuh. Penyebabnya kutu Sarcoptes Scabiei sehingga penyakitnya disebut scabesiosis alias kudis. Kutu kudis berbentuk hampir bulat, berkaki empat pasang. Kutu jantan berukuran 0,2-0,24 mm, sementara betina 0,33-0,6 mm, kutu berkembang biak dengan telur, sekali bertelur 40-50 butir. Kutu betina masuk di bawah kulit dengan merusak lapisan kulit bagian atas. Kerusakan kulit menimbulkan luka dan gatal-gatal. Akibatnya timbul infeksi kulit. Kulit kemerah-merahan, bulu rontok, disertai gatal-gatal yang menyiksa. Saking seringnya kelinci menggaruk-garuk dan menggosok-gosokkan badan pada dinding kandang, seluruh badan kelinci akan penuh koreng. Badannya cepat kurus, makan tak mau, dan akhirnya bisa mati. Kelinci terkena kudis harus disingkirkan di kandang isolasi. Bersihkan kandang yang dihuni, lalu disemprot disenfektan (obat pembasmi hama; Asuntal, Neguvan, Notick) dengan cermat. Kandang dijemur dan dibiarkan kosong minimal sampai 15 hari. Untuk penanganannya,kelinci sakit di cukur bulunya di sekitar bagian yang kudisan. Cuci lukanya dengan air hangat. Setelah bersih dan di lap kering, olesi luka dengan obat kudis, misalnya salep belerang, Caviam, atau Scabicid Cream. Pengobatan dilakukan setiap dua hari sekali.

Kanker Telinga
penyakit ini di tandai rasa gatal dan sakit pada telinga yang terserang. Kepala sering digoyang-goyangkan dan di geleng-gelengkan. Daun telinga digosok-gosokkan segingga kulit telinganya yang putih menjadi kemerah-merahan. Cairan keluar dari jaringan yang rusak, lalu mengeras membentuk kerak. Kelinci yang terserang menjadi kurus karena gelisah dan tak tenang. Penyakit ini di sebabkan kutu yang hidup di permukaan kulit sebelah dalam telinga. Pada pangkal telinga agian dalam terdapat endapan sisik kekuning-kuningan. Kelinci yang sehat hidup berdekatan dengan penderita harus ikut diobati karena penyakit mudah menular. Bagian telinga yang terserang diolesi dengan obat pembasmi kutu. Obat dibuat dengan campuran 1 bagian jodium, 25 bagian minyak kelapa, dan 10 bagian alkohol. Obat di oleskan menggunakan kapas.

Kandang Kelinci

KANDANG Kelinci
Berikut adalah tips bagaimana memilih lokasi kandang kelinci yang baik serta keadaan kandang yang baik untuk kelinci, hal ini adalah salah satu hal penting dalam melakukan perawatan klinci
Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah :
Lokasi :
sinar matahari yang masuk cukup
bersuhu sejuk, berkisar antara 15-20°C
mempunyai ventilasi yang baik untuk pergerakan udara
tempatnya kering
lingkungannya tenang dan tak jauh dari rumah, karena berhubungan dengan keamanan ternak
diusahakan disekitar kandang terdapat naungan
Kandang :
Bahan murah, awet, dan mudah di dapat
Mampu melindungi ternak dari cuaca buruk
Mempunyai tempat pembuangan kotoran
Lantai kandang dapat dibuat dari kawat, bambu dan kayu
Ukuran kandang bisa flexible, bisa dipakai patokan ukuran pxlxt : 90×60×60 cm, sarang beranak berukuran pxlxt : 40×30×30 cm

Makanan Kelinci

MAKANAN KELINCI
Kelinci termasuk jenis ternak pseudo-ruminant, yaitu herbivora yang tidak dapat merncerna serat-serat secara baik. Ia memferrmentasi pakan di usus belakangnya. Fermentasi hanya terjadi di caecum (bagian pertama usus besar) , yang kurang lebih merupakan 50% dari seluruh kapasitas saluran perncernaannya.
Sekitar umur tiga minggu kelinci mulai mercerna kembali kotoran lunaknya, langsung dari anus (proses ini di sebut caecotrophy) tanpa pengunyahan. Kotoran lunak itu terdiri atas konsentrat bakteri yang di bungkus oleh mokus.
Walaupun memiliki caecum yang besar, kelinci ternyata tidak mampu mencerna bahan-bahan organik dan serat kasar dari hijauan sebanyak yang dapat dicerna oleh ternak ruminansia murni. Daya cerna kelinci dalam mengonsumsi hijauan daun mungkin hanya 10%.
Di alam, kelinci liar dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dengan jenis pakan yang di kehendaki. Jumlah pakan minimal dan ragam pakan dapat terpenuhi sehingga terjadi keseimbangan dalam pertumbuhan, kesehatan dan perkembangbiakannya. Kalau kebutuhan itu tidak tercapai, dengan sendirinya kelinci berangsur-angsur gugur menghadapi seleksi alam.
Nah untuk kelinci yang di ternak dan hidupnya terbatas di sekeliling kandang. Kelangsungan hidupnya sangat di tentukan oleh perhatian dan perawatan dari si empunya. Jenis, jumlah, dan mutu pakan yang diberikan sangat menentukan pertumbuhan, kesehatan, dan perkembangbiakannya.
Pakan hijauan yang seimbang terdiri dari hijauan, hay (rumput kering), biji-bijian, umbi-umbian, dan konsentrat. yukk kita jabarin satu-satu…
Hijauan, sebagai makanan pokok kelinci lazim di berikan oleh peternak kelinci tradisional. Pakan hijauan yang diberikan antara lain rumput lapangan, limbah sayuran (kangkung,sawi,wortel,lobak,caisim,kol, daun singkong),daun kacang tanah, daun dan batang jagung, daun pepaya, talas, dll). Hijauan untuk pakankelinci jangan diberikan dalam bentuk ’segar’, tapi telah dilayukan terlebih dulu untuk mengurangi kadar airnya. Proses pelayuan selain untuk mempertinggi kadar serat kasar, juga menghilangkan getah atau racun yang dapat menimbulkan kejang-kejang atau mencret.
Pemberian pakan berupa kubis atau limbah sayuran lain akan membuat kencing kelinci keluar berlebihan. Soalnya limbah itu memiliki kandungan air tinggi.
Hay adalah rumput awetan yang dipotong menjelang berbunga. Rumput itu di keringkan secara bertahap sehingga kandungan gizinya tidak rusak, sekaligus mempertinggi kadar kandungan serat kasarnya. Bahan untuk hay antara lain rumput gajah, pucuk tebu, atau rumput lapangan menjelang berbunga. Daun kacang-kacangan yang dilayukan lalu di keringkan seperti hay, juga disukai kelinci.Ketika kelinci sakit terserang mencret, pemberian hijauan dihentikan. Sebagai gantinya diberikan 100% hay.
Biji-bijian Biji-bijian berfungsi sebagai makanan penguat. Pakan ini diberikan terutama untuk kelinci bunting dan yang sedang menyusui. Jenis pakannya bisa jagung, padi, gandum,kedelai,kacang tanang, dan kacang hijau.
Biji-bijian itu sebaiknya digiling atau ditumbuk lebih dulu. Kalau pemberian biji-bijian terasa mahal, dapat dimanfaatkan bekatul, bungkil tahu, bungkil kelapa, atau bungkil kacang tanah. Kelinci muda yang dibesarkan melulu dengan pakan hijauan, sampai umur empat bulan bobot hidupnya hanya sekitar 1.5 kg. Kalau pakannya di tambah bekatul atau biji-bijian,kelinci muda umur empat bulan bisa mencapai bobot rata-rata 4 kg untuk New Zealand White, Californian, dan kelinci potong lainnya.
Umbi-umbian Ubi jalar, songkong, uwi, talas dan umbi-umbi lainnya dapat diberikan untuk kelinci sebagia pakan tambahan. Sebaiknya umbi yang beracun seperti singkong jangan diberikan mentah, tapi sudah direbus dulu atau dikeringkan menjadi gaplek.
Konsentrat dalam peternakan kelinci berfungsi untuk meningkatkan nilai gizi pakan dan mempermudah penyediaan pakan. Konsentrat sebagai ransum diberikan sebagai pakan tambahan atau pakan penguat, kalau pakan pokoknya hijauan. Konsentran untuk kelinci dapat berupa pelet (buatan pabrik),bekatul, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, ampas tahu, ampas tapioka, atau gaplek.
Jumat, 05 November 2010

Beberapa jenis kucing liar

1. Andean montain cat
The Andean Mountain Cat (Leopardus jacobita) sangat jarang terlihat, sebagai habitat yang dibatasi ke pegunungan Bolivia, Peru, Argentina, dan Chile pada ketinggian di atas garis pohon. Populasi total diperkirakan hanya sekitar 2500. kucing ini tumbuh hanya sekitar dua meter panjangnya, hampir tidak lebih besar dari kucing rumah, dengan ekor tebal panjang yang bisa memberikan imbangan yang berguna untuk melakukan manuver di sekitar pegunungan.
2. Pallas’s cat
Pallas’s The Cat (Otocolobus manul) disebut juga “Manul”. Hanya seukuran kucing domestik, tapi tampaknya lebih berat karena bulu yang padat. Pallas’s The Cat berbeda dari kucing lain dalam hal ini memiliki mata bulat dan celah dan gigi yang lebih sedikit, memberikan penampilan yang berwajah relatif datar. kucing ini berkisar dari Eropa Timur ke Siberia, menjelajahi ketinggian lebih tinggi dari Timur Tengah dan Asia. Hal ini dianggap sebagai spesies kucing tertua, yang berkembang sekitar 12 juta tahun yang lalu. Meskipun kucing ini jarang ditemukan , Anda mungkin akrab dengan kucing karena foto populer dari sebuah poster.
3. Margay
Margay (Leopardus wiedii) menyerupai kucing rumahan, tetapi lebih kecil sebagai kucing rumah. Margay juga memiliki kaki yang relatif lebih panjang dari sebuah kucing rumah dan merupakan pemanjat pohon yang sangat baik. kucing ini tersebar di wilayah membentang dari Mexico ke bawah melalui Brazil. Spesies ini dekat-terancam jarang terlihat, karena hanya berburu di malam hari dan tetap tersembunyi di hutan hujan.



4. Fishing cat
Fishing Cat (Prionailurus viverrinus) terdapat di asia selatan dan Asia Tenggara, di mana ia lebih suka tinggal di dekat air yang lebih baik untuk mencari ikan, tentu saja! Ini adalah kucing perenang pertama dari keluarga kucing. kucing ini terdaftar sebagai hewan yang terancam punah karena habitatnya sedang dihancurkan sebagai lahan basah yang dikeringkan untuk digunakan manusia.

5. Serval
Serval (Leptailurus serval) adalah salah satu jenis kucing liar Afrika yg berkaki panjang yang diyakini nenek moyang kuno singa dan cheetah. kucing Ini mendiami wilayah padang savana Afrika. kucing ini memiliki kepala kecil dan kaki panjang yg sangat efisien untuk mengejar mangsa , Mereka juga sangat cerdas. Serval adalah kucing liar yang paling sering dipelihara sebagai hewan peliharaan rumah.
6. Caracal
Caracal (Caracal caracal) memiliki penampilan khas Amerika Utara, kucing ini tumbuh dengan baik, dan hidup di Afrika dan Asia. Kucing ini tumbuh tipis tinggi sekitar tiga meter panjangnya. Caracal lebih suka hidup di gunung atau daerah gurun, dan dapat bertahan hidup tanpa air lebih lama daripada kucing lainnya. Walaupun jarang terlihat, Caracal berlimpah di alam liar, dan kadang-kadang disimpan sebagai hewan peliharaan.


7. African Golden Cat
African Golden Cat (Profelis aurata) tidak selalu berwarna emas. Bahkan, warnanya sangat bervariasi antara individu, mulai dari emas kemerahan menjadi abu-abu gelap dengan tanda khusus pada beberapa kucing dan dada yang lebih terang Hal ini juga dapat berubah warna selama siklus hidupnya. Golden Cat asli hidup di hutan hujan Afrika khatulistiwa. kucing Ini jarang terlihat, kucing tumbuh panjang 30-32 inci dan beratnya sampai 40 kilogram. Cat Golden diklasifikasikan sebagai hewan hampir terancam punah.

8. Sand cat
Sand cat (Felis margarita) tinggal di padang pasir Afrika, Semenanjung Arab, dan Asia Barat. ukurannya sama kayak kucing domestik, dengan bulu yg lebih tebal. Sand cat memiliki kepala lebar dan bulu tumbuh di antara kaki, kelebihan yang sering ditemukan pada kucing Arktik. tujuannya untuk adaptasi kaki terhadap lingkungan, akan tapi tetap kaki Cat Sand dilindungi dari permukaan yang panas. Kucing ini terdaftar sebagai hewan terancam punah, pemburuannya dilarang di banyak negara.
9. Lynx 
Lynx adalah salah seekor dari 17 jenis kucing liar yang berukuran sedang. Semuanya adalah anggota dari genus Lynx, namun ada banyak kekacauan tentang cara terbaik untuk menggolong-golongkan spesies felis di masa kini. Sebagian ahli menggolongkan mereka sebagai bagian dari genus Felis. Lynx mempunyai ekor pendek, dan biasanya dengan sejumput bulu hitam pada ujung telinganya. Mereka memiliki lingkaran di bawah lehernya yang memiliki garis-garis hitam (tak begitu terlihat) dan kelihatan seperti dasi kupu-kupu. Mereka mempunyai cakar yang besar dengan lapisan tebal untuk berjalan di salju, serta kumis yang panjang di mukanya. Warna tubuhnya berbeda-beda dari coklat muda hingga abu-abu, dan biasanya ditandai dengan bintik-bintik coklat tua, khususnya pada keempat kakinya. Berat mereka sekitar 15 kg hingga sekitar 30 kg. Lynx Eurasia lebih besar daripada spesies yang lainnya. Lynx Iberia jauh lebih kecil daripada spesies-spesies lainnya. 
















10. The Bornean Clouded Leopard
The Bornean Clouded Leopard (Neofelis diardi) adalah kucing berukuran sedang. Kucing liar yang ditemukan di Kalimantan, Sumatra dan Kepulauan Batu di Kepulauan malay dan dipublikasikan di bawah nama oleh World Wildlife Fund for Nature (WWF) pada tanggal 14 Maret 2007. Mantel yang ditandai dengan berbentuk tidak teratur, gelap bermata oval dan totol yang dikatakan berbentuk seperti awan.
  
 
 
 
 
 
 
11. Kucing Hutan
Prionailurus bengalensis
Kucing hutan yang di Jawa sering disebut sebagai ‘meong congkok’ dan dalam bahasa latin (ilmiah) dinamakan bengalensis, merupakan salah satu spesies kucing liar yang dilindungi di Indonesia. Kucing hutan atau Prionailurus bengalensis, dalam bahasa Inggris disebut sebagai leopard cat lantaran bulunyanya yang mempunyai totol-totol menyerupai carak kulit macan tutul (leopard) meskipun secara taksonomi keduanya berbeda genus. Kucing hutan bergenus Prionailurus sedang genus macan tutul adalah Panthera. Ukuran Kucing Hutan/bengal/akar sama seperti kucing domestik, tetapi ada perbedaan regional yang pantas dipertimbangkan. Species ini bisa ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Di Indonesia, rata-rata ukuran kucing hutan ini mencapai 45 cm, panjang ekornya 20 cm. 60cm/40cm di daerah Amur. Tinggi bahunya adalah 41 cm dan beratnya 4.5-6.8 kg, sama dengan kucing domestik. Warna bulunya variatif, kuning di selatan, tetapi abu-abu-silver di utara. Bulunya halus dan pendek. Warna khas kuning kecoklatan dengan belang-belang hitam dari bagian kepala sampai tengkuk, lainnya bertotol-totol hitam. Makanannya berupa binatang kecil seperti tikus, bajing, burung, tupai, marmot, kadal, kancil, kelelawar, dan kelinci. Berhabitat di hutan primer dan sekunder dengan ketinggian 1.500 m. Kadang-kadang dijumpai di dekat perkampungan. Kingdom: Animalia Phylum: Chordata Class: Mammalia Order: Carnivora Family: Felidae Genus: Prionailurus
Species: P. bengalensis
 
 
 
12.  Kucing Merah (Pardofelis badia)
Kucing Merah atau yang dalam bahasa latin disebut Pardofelis badia merupakan salah satu spesies kucing kecil endemik pulau Kalimantan. Sayangnya tidak banyak yang mengenal kucing merah yang langka ini.
Kucing Merah ini merupakan saudara dekat dan masih satu nenek moyang dengan Kucing Emas (Asian Golden Cat) yang banyak terdapat di Sumatera, dan beberapa negara Asia Tenggara. Diperkirakan kucing endemik kalimantan ini telah ada sejak 4 juta tahun yang silam saat pulau Kalimantan masih bersatu dengan daratan Asia.


Ciri-ciri dan Perilaku. Kucing Merah (Borneo Bay Cat) mempunyai bulu berwarna coklat kemerah-merahan walaupun ada varian yang berwarna keabu-abuan. Bagian bawah tubuh Kucing Kalimantan berwarna lebih pucat daripada bagian atas. Terdapat garis warna merah kecokelatan agak muda pada kening dan pipi. Telinga kucing langka ini berwarna hitam atau cokelat tua, dan pada ekor bergaris putih dengan bintik hitam diujung ekor.
 
Powered By Blogger
Indonesian English Chinese Simplified Arabic French Japanese Korean German Spain Italian Dutch Russian

Yang mw tukar link...

Link nya aja!! Otnice!! Link sama banner!! banner Copy kode Link di atas, saya akan segera linkback setelah anda kirim pesan di buku tamu

Labels

Asal Usil (1) Flora Fauna Indonesia (10) Hewan Peliharaan (16) Kesehatan (7) Tips (2) Umum (6) uniknya dunia hewan (4) Visit Indonesia (4)

Guest Book d(^o^)b

Selamat Datang di blog saya
Awal selalu yang tersulit, begitupun dengan blog. Baru bisa Copy paste artikel-artikel dari blog lain, Tapi ada sih beberapa yang ditulis sendiri. Yang mau tukeran coment, follow, atau like's, isi aja buku tamunya ya!!! Kalau sobat udah follow, konfirmasi aja. Insya'Allah saya follow balik deh... Apapun jadinya, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Maaf ya masih berantakan, kalau nanti ada waktu pasti di beresin ko! hehehe...

Salam...



Yang Ngintil...

Foto saya
Ga suka tempat berisik dan ramai, tapi suka bikin rame sendiri.