Click for Jakarta Observatory, Indonesia Forecast
Tampilkan postingan dengan label Visit Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Visit Indonesia. Tampilkan semua postingan
Rabu, 23 Februari 2011

DANAU SENTANI

Siapa bilang Papua atau pulau yang terkenal dengan sebutan “Bumi cenderawasih” ini hanya berisi bukit-bukit, hutan dan cuaca panas saja??? Pulau ini juga punya wisata bahari yang tidak kalah dari wilayah-wilayah lain di Indonesia. Salah satunya adalah Danau Sentani.
Tidak kurang dari empat belas kabupaten di Papua mempunyai keunikan dan daya tarik tersendiri bagi anda yang berkunjung. Banyak pilihan yang bisa anda kunjungi, ada wisata bahari yang mempersembahkan taman laut yang mempesona, wisata budaya, sejarah dan terlebih wisata fauna dan flora yang mungkin tidak bisa anda temui ditempat lain seperti burung cenderawasih.
ASAL MULA DANAU SENTANI
Yah, hanya dengan sebuah gelang Kristal (Heba), dan tiga biji manik-manik yang dalam bahasa suku sentani disebut dengan Hawa, Hae dan Naro, Ondofolo Walli bersama pembantunya Haboy membeli air di penguasa pegunungan Robonsolo (Cyclop) bernama Dobonay pada masa lalu.

Yang mana cerita tersebut berawal ketika pada masa lalu terjadi bencana kekeringan yang melanda seluruh daerah Sentani, dan bencana tersebut berdampak pada kehidupan rakyat Sentani pada masa itu. Tak menunggu lama lagi Ondofolo langsung memerintahkan pembantunya (Haboy) untuk pergi membeli air keabadian (air yang tak pernah berhenti mengalir) kepada Dobonay.

Air itupun dibeli dari Dobonay yang pada saat itu pembayarannya dilakukan kepada kedua anak Dobonay, yakni Bukunbulu dan Robonway. Meski sempat terjadi kesalahan pemabayaran tetapi saat itu permasalah tersebut dapat ditengahi oleh Dobonay.

Dalam perjalanan pulang membawa air tersebut ada satu syarat yang dititipkan oleh Dobonay yang justru menjadi bencana pada waktu itu, yakni tidak boleh membunuh satu makhkluk hidubpun dalam perjalanan pulang. Namun pada saat itu sang Ondofolo dan Haboy melupakan pesan Dobonay pada waktu berjuma seekor hewan buruan yakni burung kasuari.

Sebuah tembakan anak panah (jubi) dari Haboy berhasil mengenai sasaran tetapi alangkah kaget kedua manusia tersebut sebab burung kasuari tersebut langsung menghilang bersamaan dengan air keabadian yang dibawah oleh keduanya. Bersamaan dengan peristiwa tersebut datanglah sebuah air bah dan menghanyutkan semua benda-benda yang berada disekitar tempat tersebut, dan selanjutnya air bah tersebut membentuk telaga raksasa yang saat ini dikenal dengan Danau Sentani. Akibat kejadian tersebut sang Ondofolopun harus membayar mahal yakni ketika anak lelakinya tenggelam di dalam telaga raksasa tersebut. Namun keteguhan dan rasa bertanggung jawab kepada rakyatnya sang Ondofolopun meratap berlama-lama bahkan dirinya langsung mengajak seluruh rakyatnya untuk secara bersama-sama menyampaikan ucapan syakur kepada Yang Maha Kuasa dengan pemberian telaga raksasa yang terbentang dari Nolobu (Timur).
Di Sentani juga terdapat tugu Jendral Douglas Mc Arthur peninggalan Perang Dunia II. Di sebelah utara monument Mc Arthur, pada ketinggian 325 meter terdapat dataran pegunungan Cyclop dengan puncak Gunung Dofonsoro. Daerah ini sangat indah dan dahulu kala tempat ini merupakan pangkalan pertahanan Mc Arthur.

Danau Sentani di Papua terletak antara 20.33 hingga 2041 LS dan 1400.23 sampai 1400 38 BT. Berada 70 – 90 m diatas permukaan laut. Terletak juga diantara pegunungan Cyclops. Merupakan danau Vulkanik. Sumber airnya berasal dari 14 sungai besar dan kecil dengan satu muara sungai, Jaifuri Puay. Diwilayah barat, Doyo lama dan Boroway, kedalaman danau sangat curam. Sedangkan sebelah timur dan tengah, landai dan dangkal, Puay dan Simporo. Disini juga terdapat hutan rawa di daerah Simporo dan Yoka. Dalam beberapa catatan disebutkan, dasar perairannya berisikan substrat lumpur berpasir (humus). Pada per-airan yang dangkal, ditumbuhi tanaman pandan dan sagu. Luasnya sekitar 9.360 Ha dengan kedalaman rata rata 24,5 meter. Disekitaran danau ini terdapat 24 kampung. Tersebar dipesisir dan pulau-pulau kecil yang ada ditengah danau.

Danau Sentani merupakan danau terbesar di Provinsi Jaya Pura. Lokasi bersejarah ini, menawarkan scenery yang luar biasa. Masih adanya beberapa Bangau dan Elang yang akan menyambar seekor ikan di Danau Sentani. Anda pun disediakan sebuah perahu Johnson saat mengelilingi danau tersebut.

Sayang Danau Sentani masih kurang terkenal sebagai salah satu objek tujuan wisata dibanding dengan tempat-tempat wisata bahari lain di Indonesia.
Kamis, 23 Desember 2010

Flora fauna Indonesia

Indonesia’s moderate climate throughout the year, its fertile soil brought about by lava, and its minerals found on land and in the sea caused by volcanic eruptions, have made this the ideal habitat for a large number of unique and endemic flora and fauna. Indonesia has among the most diverse variety of species of animal life on land and in the seas found anywhere in the world.

About Indonesia - Flora & FaunaIndonesia’s flora and fauna is divided by the “Wallace Line” that runs between Bali and Lombok, continuing north between Kalimantan and Sulawesi. West of the Line, vegetation and wildlife are Asian in nature, whereas east of the Line, these resemble those of Australia.

Vegetation found in different parts of the archipelago varies according to rainfall, soil and altitude. On the wetter islands, on Sumatra, Kalimantan, and Papua, ancient rainforests cover large areas. These forests are rich in valuable hardwood, aromatic and spice trees, as well as exotic fruit trees. Lately, however, through illegal logging and human settlements, large tracts of forests have been decimated leaving infertile land that cause flooding and erosions.

On the islands east of Bali known as the Nusatenggara islands (or once known as the Small Sunda Islands), there are savannahs, while on other mountain tops such as in the Mt. Gede National Park only 100 kms from Jakarta, one finds edelweiss, more reminiscent of Switzerland.
About Indonesia - Flora & 
FaunaIndonesia’s wildlife varies from the Java mouse deer (or kancil) and the one-horned rhino to the Sumatran and Kalimantan Orang Utan, the Sulwesi anoa (a small water buffalo), the prehistoric giant Komodo lizard to the exotic Bird of Paradise in Papua.

How about flora?. Here in Indonesia, you can find Raflesia Arnoldi in Bengkulu, one of the giant and unique flower in the world.
  
To preserve these unique flora and fauna Indonesia has designated 44 national parks throughout the archipelago, covering both land and sea, a large number of protected reserves offering ecotourism opportunities, as well as botanic gardens and zoos.

source:
Selasa, 21 Desember 2010

Diving Banda Neira, Moluccas

I woke up to a nice porthole view of a small islet called Suanggi.
Red Pindito dingy takes off for Suaggi Islet diving
Red Pindito dingy takes off for Suanggi Islet diving
The birds were all over the islet – brown boobies, red footed boobies, frigate birds . . .  Yogi wondered if there were tropic birds but didn’t see any. Had a nice chat with Edi. The night before, he showed us the historical video of the making of Pindito (name short for Pinisi Dive Tourism) – purpose designed and made entirely by hand with ironwood by Edi himself and traditional Indonesian Pinisi boat builders from Kalimantan. Ironwood is so heavy it sinks soon as it hits water. Building the Pindito in 1990 was an amazing feat and this beautiful boat is totally constructed with the proper maritime industry classification, apparently a rarity in Indonesia.
The first dive in Suanggi was clear waters, lovely reefs with gentle current flowing to and fro.
A cluster of barrel sponges at almost 30 meters
A cluster of barrel sponges in the deep
It was really nice in the shallows and some cool barrel sponges at 30 meters or so.
Now how strange is this fish with a goatee? It's called a soapfish 
and is apparently a Banda species
Now how strange is this fish with a goatee?
There was an interesting fish with some sort of a beard coming out of its chin. I thought it was injured! Part of the grouper family, it’s called a soapfish and is apparently a Banda species. Then towards the shallows, I saw a bumphead parrotfish first, then followed by about 15 animals! The current was just a bit too strong for us to take its picture.
Second dive at 11:30. That was a superb dive. When I back rolled, I already saw them. Bait ball in the shallows. First, through the bait ball, I saw blue and yellow fusiliers that Edi was filming. He was surrounded and the fusiliers were really close to him. I called Yogi but the fusiliers didn’t come close enough like with Edi.  So most of the dive was concentrated in photographing the massive bait ball.
It was a shoot out with Edi filming Yogi amidst the bait ball and 
Yogi photographing Edi
It was a shoot out with Edi filming Yogi amidst the bait ball and Yogi photographing Edi
A whole dive in this fish soup! Glorious!!!
A whole dive in this fish soup! Glorious!!!
The current was ripping and the fish were just all around us, hardly moving at all. Then Yogi followed a banded sea krait for nearly 20 minutes. It had its head poking around inside the coral crevice and finally when it was about to surface and started its ascend with Yogi poised to shoot, a swarm of divers flew with the current above the sea snake!!! They were so happy, but Yogi not. I on the other hand was laughing underwater! Murphy’s Law.
Senin, 20 Desember 2010

Taman Nasional Komodo

Menelusuri Lebih Dalam Kehidupan Komodo
 
Pernahkah Anda melihat kadal raksasa ini secara langsung?
Kendurkan syaraf Anda dan bebaskan pikiran untuk berpetualang di tempat menakjubkan ini. Karena di sinilah satu-satunya habitat di dunia bagi hewan purba komodo hidup. Berada di Taman Nasional Komodo seolah saja Anda berada di planet lain yang sanggup memberi pengalaman berpetualang yang sangat mengesankan tak terlupakan.

Ini saatnya Anda mengunjungi Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur. Tempat ini menjadi nominator New 7 Wonders of Nature karena menjadi habitat kadal purba komodo, memiliki keindahan dan kekayaan bawah