Selasa, 09 Februari 2010

Gejala Pencegahan Pengobatan Diabetes

Apa itu diabetes
Diabetes melitus tipe 2 atau sering juga disebut dengan Non Insuline Dependent Diabetes Melitus (NIDDM) merupakan penyakit diabetes yang disebabkan oleh karena terjadinya resistensi tubuh terhadap efek insulin yang diproduksi oleh sel beta pankreas. Keadaan ini akan menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi naik tidak terkendali. Kegemukan dan riwayat keluarga menderita kencing manis diduga merupakan faktor resiko terjadinya penyakit ini.
Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh sel beta yang terdapat dalam pankreas. Pada keadaan normal, kadar insulin dalam darah akan berfluktuasi tergantung kadar gula dalam darah. Kadar insulin akan meningkat sesaat setelah makan dan akan menurun begitu kita tidak memakan sesuatu. Fungsi utama insulin adalah mendistribusikan glukosa yang terdapat dalam darah ke seluruh tubuh guna di metabolisme untuk menghasilkan energi. Bila kadar gula atau glukosa yang ada melebihi kebutuhan maka kelebihan itu akan disimpan dalam hati. Simpanan glukosa ini akan dilepaskan jika diperlukan misalnya saat tubuh kita kelaparan.
Saat seseorang menderita diabetes melitus tipe 2 maka ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu, sel beta yang terdapat dalam pankreas produksi insulinya tidak mencukupi atau produksinya cukup namun tubuh resisten terhadap insulin. Kedua keadaan ini akan menyebabkan kadar glukosa dalam darah akan meningkat.
Untungnya tubuh mempunyai mekanisme yang sangat bagus untuk memberitahukan kita bila terjadi suatu kelainan. Sangatlah penting untuk mengetahui gejala diabetes melitus tipe 2 secara dini sebab semakin dini pengobatan dilakukan maka akan semakin bagus hasilnya dan semakin kecil kemungkinan terjadinya komplikasi. Berikut adalah beberapa gejala diabetes melitus tipe 2 yang patut kita waspadai.
Kelelahan yang luar biasa merupakan gejala yang paling awal dirasakan oleh penderita diabetes melitus tipe 2. Pasien akan merasakan tubuhnya lemas walaupun tidak melakukan aktifitas yang tidak terlalu berat. Jadi, bila anda selalu merasa lelah dan mengantuk meskipun sebelumnya anda tidak begadang, ada baiknya anda segera menemui dokter.
Penurunan berat badan secara drastis. Jika anda memakan makanan yang berlebihan maka tubuh anda akan semakin gemuk. Kelebihan lemak dalam tubuh akan menyebabkan resistensi tubuh terhadap insulin meningkat. Pada orang yang telah menderita diabetes, walaupun ia makan makanan secara berlebihan tubuhnya tidak menjadi gemuk dan malah mengurus hal ini disebabkan karena otot tidak mendapatkan cukup energi untuk tumbuh.
Gangguan penglihatan. Kadar gula yang tinggi dalam darah akan menarik cairan dalam sel keluar, hal ini akan menyebabkan sel menjadi keriput. Keadaan ini juga terjadi pada lensa mata, sehingga lensa menjadi rusak dan penderita akan mengalami gangguan penglihatan. Gangguan penglihatan ini akan membaik bila diabetes melitus berhasil ditangani dengan baik. Bila tidak tertangani, gangguan penglihatan ini akan dapat memburuk dan menyebabkan kebutaan.
Sering terinfeksi dan bila luka sulit sekali sembuh. Keadaan ini bisa terjadi karena kuman tumbuh subur akibat dari tingginya kadar gula dalam darah. Selain itu, jamur juga sangat menikmati tumbuh pada darah yang tinggi kadar glukosanya.
Demikianlah beberapa gejala tambahan yang bisa anda perhatikan pada penyakit diabetes melitus tipe 2.

Pencegahan diabetes
Sebenarnya kalangan kedokteran menamakan penyakit Diabetes Melitus sebagai “Mother Of Deases”…”Ibu Dari Bebagai Penyakit…”

Mengapa dinamakan demikian?…
Karena bila seseorang sudah mengidap penyakit kencing manis, berarti darahnya tercemar oleh gula yang menyebar keseluruh organ tubuh penting lainnya dan merusak organ tersebut…

Organ apa saja yang bisa dirusak?…
Pertama adalah Otak…orang akan menjadi menderita pikun/pelupa …
Kedua adalah mata…orang akan menderita rabun mata sampai buta…
Ketiga ginjal, orang akan menderita gagal ginjal dan harus cuci darah…
Keempat alat kelamin, untuk pria akan menderita impoten….
Dan banyak yang lain lagi…

Benarkah pengobatannya cukup dengan diet minum dan makan yang manis manis atau yang bisa berubah menjadi glukosa dalam darah?…..
Sepengetahuan saya jawabnya adalah tidak benar!!!
Diet tersebut hanya akan menjaga penyakit tidak semakin parah dan menunda kerusakan organ yang rusak….

Sebenarnya apa yang harus dilakukan?…
Yang harus dilakukan adalah ia harus mengobati organ Pankreasnya yang berfungsi menghasilkan Insulin yang akan memproses metabolisme gula yang ada dalam darah menjadi enerji ( Glukosa diproses menjadi glukogen yang diperlukan untuk energi dalam aktivitas otot dll)…

Apa obat Pangkreas?…banyak, tapi pilihlah yang bukan kimiawi, cari yang organik…agar tidak menghasilkan limbah racun yang akan merusak Lever dan Ginjal…
 Herbal yang sering digunakan mengobati penyakit kencing manis seperti daun salam; ramuan rebusan daun jambu, kunyit putih dan rambut jagung dll sebenarnya hanya memiliki efek mengurangi kadar gula dalam darah, tidak memperbaiki Pankreasnya !!!
Untuk memperbaiki Pankreas, harus dilakukan upaya serius, yaitu disamping diet yang ketat terhadap makanan dan minuman yang mengandung gula dan karbohidrat, juga harus olah raga rutin dibawah sinar matahari pagi antar jam 6-8 , serta mengkonsumsi supelmen yang mengandung omega 3(minyak ikan laut dalam, sunclorela, crypto, ikan salmon dll)…
Olahraga rutin setiap hari dibawah matahari pagi akan menyerap Sinar Far Infra Red (Biofir) yang sangat bermanfaat membantu proses metaolisme tubuh secara sangat efektif)…akan membantu proses perbaikan dan pembuatan sel baru organ tubuh yang rusak….
Demikian juga 0mega 3 akan membantu proses metabolisme pembentukan sel baru organ tubuh yang rusak dan melindungi inti sel organ tubuh kita…
Diet ketat akan membantu menurunkan kadar gula dalam darah agar metabolisme tubuh menjadi lebih lancar daqn mengurangi pencemaran gula pada organ tubuh yang rusak….

Jadi yang harus dilakukan adalah:
Lakukan positif thinking; Olah raga rutin/intensif dibawah sinar matahari pagi antara jam 6-8 pagi; Diet ketat mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula/karbohidrat; Makan dan minum supelmen mengandung Omega 3 tinggi; Secara berangsur mengurangi obat kimiawi dan menggantinya dengan supelmen herbal dalam dosis yang tepat…
Dari semua hal yang disebut diatas, menurut pengalaman saya, pengaruh olah raga rutin dibawah sinar matahari pagi adalah yang sangat mudah, murah dan efektif, tidak mengandung resiko apapun, tapi justru memperkuat jantung dan paru paru…
Selamat mencoba….

Pengobatan diabetes
Tujuan pengobatan diabetes pada dasarnya adalah mengontrol glikemi atau gula darah hingga mencapai kadar gula darah yang mendekati normal (kadar gula darah orang sehat). Namun, di tengah pengobatan ini harus juga dicegah terjadinya hipoglikemi atau kadar gula darah yang terlalu rendah. Bila tujuan tersebut dapat dicapai maka penderita diabetes akan merasa lebih sehat dan menikmati kualitas hidup yang lebih baik. Selain itu, timbulnya komplikasi yang serius dan mengancam jiwa penderita dapat dicegah. Menurut Hendro, pengobatan diabetes harus dikelola melalui beberapa tahapan yang saling terkait. Pengelolaan diabetes ini meliputi edukasi, perencanaan makan, latihan jasmani, dan penggunaan obat-obatan, baik oral maupun insulin. Terapi insulin wajib diberikan pada penderita DM I. Pada penderita DM II, sekitar 40 persennya juga harus menjalani terapi insulin. "Di Indonesia sekitar 90 persen hingga 95 persen adalah pasien DM II. Sisanya adalah pasien DM I," ujar Hendromartono.

Tes gula darah dapat secara efektif menentukan jumlah insulin yang dibutuhkan setiap harinya. "Kapan penderita perlu mengukur kadar gula darah sendiri di rumah dapat bervariasi," ujarnya. Namun, lanjut Hendro, yang dianjurkan adalah saat pagi hari sebelum sarapan, dua jam setelah makan, dan malam hari sebelum tidur. Selain itu, diperlukan pula pengukuran pada saat tertentu, misalnya pengukuran yang lebih ketat jika terjadi hipoglikemi, saat sebelum olah raga, dan pada kehamilan. Pengobatan diabetes bisa dikatakan berhasil jika glukosa darah puasa adalah 80 sampai 109 mg/dl, kadar glukosa darah dua jam adalah 80 sampai 144 mg/dl, dan kadar A1c kurang dari tujuh persen. Pengukuran hemoglobin (Hb) terglikosilasi HBA1c (A1c) adalah cara yang paling akurat untuk menentukan tingkat ketinggian gula darah selama dua sampai tiga bulan terakhir.

"Hemoglobin adalah bagian dari sel darah merah yang mengangkut oksigen. Salah satu jenis dari Hb adalah HbA dan HbA1c merupakan subtipe spesifik dari HbA," papar Hendro. Semakin tinggi kadar glukosa darah, akan semakin cepat HbA1c terbentuk, yang mengakibatkan tingginya kadar HbA1c. HbA1c ini juga merupakan pemeriksaan tunggal terbaik untuk menilai risiko terhadap kerusakan jaringan yang disebabkan oleh tingginya kadar glukosa darah. Contohnya, pada saraf dan pembuluh darah kecil di mata dan ginjal. Selain itu, juga bisa menilai risiko terhadap komplikasi penyakit diabetes. "Sudah ada penelitian klinis mengenai hal ini, seperti Diabetes Control and Complications Trial (DCCT) dan United Kingdom Prospective Diabetes Study (UKPDS)," ungkap Hendro. Penelitian ini membuktikan bahwa dengan memperbaiki nilai HbA1c maka dapat menurunkan perkembangan dan perjalanan komplikasi diabetes pada mata, ginjal, dan saraf, baik pada DM I maupun DM II.

Insulin 24 jam
Seiring dengan kian meningkatnya kasus diabetes mellitus maka berbagai penelitian untuk mencari pengobatan terbaik terus dilakukan. Salah satunya dilakukan PT Aventis Pharma dengan mengembangkan insulin glargine. Insulin yang memiliki merek dagang Lantus ini memiliki kelebihan dibandingkan jenis-jenis insulin sebelumnya, yakni cukup disuntikkan satu kali sehari. Lantus dirancang untuk meningkatkan kontrol gula darah dan pada saat yang sama dapat mengurangi terjadinya risiko hipoglikemi.

"Lantus ini merupakan pilihan untuk penderita DM I dan DM II yang dapat digunakan secara tunggal atau dikombinasikan dengan insulin lainnya," papar dr James Hajadi, head of medical and regulatory division PT Aventis Pharma. Lantus adalah sebuah insulin basal yang bekerja jangka panjang. Basal merujuk kepada insulin yang dibutuhkan oleh tubuh kita di sela waktu antara makan. Lantus ini melepaskan insulin secara perlahan dan terus menerus ke dalam tubuh. "Pelepasan seperti ini menyebabkan terjadinya absorpsi insulin lebih lambat dan tercapainya efek kerja yang lebih panjang," ujar James.

Pada insulin jangka panjang dari jenis yang lama umumnya terjadi aktivitas puncak insulin pada saat tertentu. Contohnya, insulin Neutral Protamine Hagedorn (NPH) yang membentuk puncak tiga sampai lima jam setelah injeksi. Kerjanya pun hanya 14 jam (kurang lebih tiga jam). Berarti NPH harus diberikan dua kali sehari. "Pada Lantus tidak membentuk sebuah puncak kadar insulin karena adanya pelepasan yang perlahan serta terus menerus. Ini menyebabkan terjadinya absorpsi insulin yang lambat dan efek jangka panjang," jelas James. Insulin glargine ini mempunyai waktu kerja selama 24 jam, lebih lama dari insulin jangka menengah maupun jangka panjang lainnya. "Akibatnya Lantus hanya perlu disuntikkan sekali sehari, tidak seperti insulin jangka panjang lainnya yang harus diberikan dua kali sehari," ujarnya.


Related Posts by Categories



0 coment:

Poskan Komentar